Sepanjang Tahun 2025, Pengungkapan Narkoba Tertinggi di Polres Meranti

PEKANBARU – Dari berbagai kasus yang ditangani oleh Polres Kepukauan Meranti sepanjang tahun 2025, kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) menjadi yang tertinggi.

Data tersebut terungkap dalam rilis akhir tahun 2025 yang dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti. Dalam kegiatan tersebut dirincikan seluruh kasus yang ditangani dalam sepanjang tahun ini.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqqi SIK MH memimpin rilis dihadapan sejumlah wartawan dari berbagai media. Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitonga SH dan seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres Meranti.

Tampak hadir juga Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar, Ketua DPRD, Khalid Ali, Kajari Kepulauan Meranti, Ricki Makado MH, Pejabat Penghubung Kodim 0303 Bengkalis, Mayor Inf Rusli Dongoran dan Ketua LAMR, Aprizal Cik S Sos dan lainnya.

Rilis dimulai dengan pemutaran video selayang pandang dan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang Tahun 2025.

Dari rincian data yang dipaparkan kapolres, kasus narkoba menjadi yang tertinggi. Dimana pengungkapan sebanyak 51 kasus.

Sementara, barang bukti yang berhasil disita sebesar 32,674 kilogram sabu, 221,5 butir. Selain itu, 1.144 pcs catride sabu cair, 498 pcs happy water dan 207 butir happy five.

Dilanjutkan dengan Curat sebanyak 21 kasus, persetubuhan terhadap anak 15 kasus, penganiayaan 10 kasus, kejahatan perlindungan anak 7 kasus. Disusul, penipuan 7 kasus, pencurian 6 kasus, karhutla 4 kasus, laka lantas 4 kasus, KDRT 7 kasus, penggelapan 4 kasus, Illegal logging 4 kasus, pengancaman 2 kasus, perampasan 1 kasus, kejahatan pornografi 1 kasus.

Baca Juga  Polda Riau Tetapkan Perusahaan Sawit Tersangka, Kerugian Lingkungan Ditaksir Rp187 Miliar

Kemudian, terhadap perkawinan 1 kasus, pencemaran nama baik 1 kasus, pembunuhan 2 kasus, pengeroyokan 1 kasus, karantina 1 kasus, judi 1 kasus, UU ITE 1 kasus, curanmor 1 kasus. Selanjutnya, kejahatan peradilan anak 1 kasus, curas 1 kasus, cabul 1 kasus, perdagangan manusia 1 kasus, pemalsuan 1 kasus dan perlindungan pekerja migran 1 kasus.

“Kasus narkoba tertinggi. Bahkan sejak Polres Kepulauan Meranti berdiri, kasus narkoba jadi yang terbanyak pengungkapan. Pencegahan yang kita lakukan sudah berjalan, dengan melakukan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat. Namun selain keterlibatan semua pihak, pengawasan orang tua juga dapat dioptimalkan,” terang kapolres.

Dijelaskan juga bahwa dari seluruh kasus yang ditangani Polres Meranti, tidak semua dapat diselesaikan pada tahun ini. Namun akan tetap diprogres dan dituntaskan tahun depan.

AKBP Aldi menyebutkan sepanjang tahun 2025 terdapat 160 kasus dengan penyelesaian 87,5 persen. Angka tersebut turun 4 kasus dari tahun sebelumnya (2024).

“Penanganan kasus yang belum selesai masih terus berjalan dan akan dituntaskan tahun 2026,” tegasnya.

Menurutnya, rilis akhir tahun ini menjadi kegiatan rutin kepolisian berjenjang dari tingkat Mabes Polri, Polda, sampai ke tingkat Polres. Kegiatan ini juga menjadi refleksi, sekaligus evaluasi sebagai bentuk transparansi dalam rangka membangun kepercayaan publik.

Butuh Bantuan Polisi Hububgi 110

Dalam kesempatan itu, Kapolres Kepulauan Meranti itu juga menghimbau masyarakat di Kepulauan Meranti agar dapat mengoptimalkan layanan panggilan Polisi 110. Dimana Polisi akan tiba segera dalam membantu berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga  1 Aksi Peduli Lingkungan Berbuah Hadiah, Pemko Pekanbaru Dorong Warga Aktif Melapor

Tidak haya soal khantibmas, tetapi juga masalah lain yang dianggap memerlukan bantuan. Layanan 110 ini akan direspon selama 24 jam.

“Jika masyarakat ada kendala, tidak hanya soal tindak pidana atau gangguan khantibmas, tetapi juga persoalan lain akan tetap direspon. Polisi akan merespon dan mendatangi masyarakat yang membutuhkan bantuan,” sebut AKBP Aldi.

Diterangkannya, layanan 110 memang tersentral ke pusat, namun akan diteruskan dan akan ditindak lanjuti oleh kantor kepolisian terdekat dengan masyarakat yang menelfon. Jadi dimanapun masyarakat membutuhkan layanan, Polisi terdekat akan secepatnya tiba dan membantu masyarakat.

Bupati Apresiasi Capaian Polres Meranti

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (purn) H Asmar yang hadir, juga turut memberikan apresiasi atas capaian Polres Kepulauan Meranti. Terutama dalam pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Bahkan menurutnya keamanan menjadi pondasi utama dalam pembangunan daerah.

“Patut kita apreasiasi kasus narkoba, penyelesaian konflik sosial dan pengungkapan kasus lainnya.
Keamanan pondasi pembangunan, investasi dan ekonomi. Kami mendorong Polres Meranti, agar terus semangat dalam memberikan pelayanan keamanan di daerah,” tuturnya.

Meski begitu, Asmar juga berharap Polres Meranti dapat memberikan perhatian terhadap pelayanan prima, bersikap ramah dan tidak berbelit. “Jangan sampai ada Polisi arogan dan melakukan pungli,” pesan bupati.