Parno menguras di bagian haluan kapal, dan Atat menguras air di buritan.
Namun, angin masih belum reda, sehingga Parno terjatuh ke laut. Walaupun panik, namun Atat tetap berusaha mencari.
Sebelum terjatuh, Atat mengaku sempat mendengar Parno teriak meminta tolong.
“Dua kali saya dengar teriak minta tolong dari dia, ” ujarnya mengingat.
Setelah berusaha mencari, Atat lantas kembali ke darat untuk meminta tolong pemilik gumbang, Acuan.
Mereka pun berusaha meminta tolong masyarakat lainnya.
Keesokan harinya, setelah mendapat laporan, phak Polsek Rangsang, Satuan Polisi Airud Polres Meranti, TNI AL, TNI AD, Basarnas dan lainnya, mulai membantu pemerintah setempat melakukan pencarian.
Tidak hanya di sisi laut, pencarian dilakukan juga dengan menyusuri pantai di desa tersebut.






