PEKANBARU – Kepolisian mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik Idul Fitri 2026.
Kapolda Riau Herry Heryawan menyebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen atau sekitar 2,5 juta orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meski terjadi penurunan, kepolisian tetap melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat.
“Pemerintah telah memberikan berbagai stimulus seperti diskon tarif tol dan tiket transportasi umum untuk mendukung kelancaran mudik. Oleh karena itu seluruh personel harus siap mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat,” ujar Herry.
Secara nasional, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan 161.243 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik di berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, diberitakan sebanyak 3.815 personel gabungan dari Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait di Provinsi Riau dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ribuan personel tersebut akan bertugas dalam Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi pengamanan ini resmi dimulai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Herry Heryawan di halaman Kantor Gubernur Riau, Kamis (12/3/2026) sore.






