PEKANBARU – PSMS Medan dan PSPS Pekanbaru kembali berbagi poin. Kali ini laga tersebut berakhir imbang 1-1 di Stadion Utama Sumut, Rabu (19/11/2025) malam.
Derby Sumatera Klasik ini kembali menghadirkan tensi tinggi, drama, dan determinasi tanpa henti dari kedua kubu.
Sejak laga dimulai PSMS tampil sangat dominan di hadapan publik sendiri.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan dari sisi sayap hingga umpan direct ke jantung pertahanan PSPS.
Namun disiplin lini belakang tim tamu membuat berbagai peluang PSMS terbuang percuma. Babak pertama ditutup tanpa gol, 0-0.
Memasuki babak kedua, kejutan besar datang dari kubu PSPS. Tim asuhan Aji Santoso yang sejak awal lebih banyak menunggu justru sukses memecah kebuntuan pada menit ke-53.
Reyhan Firdaus yang baru dimasukkan di babak kedua langsung memberi dampak instan.
Menerima umpan matang dari sisi kiri, ia melepaskan tembakan mendatar terarah yang menggetarkan gawang Reky Rahayu. PSPS unggul 1-0.
Namun keunggulan itu hanya bertahan singkat. PSMS tersengat dan langsung membalas lewat striker Portugal, Barata.
Memanfaatkan bola liar di depan kotak penalti, Barata melepaskan tendangan plesing indah ke pojok kiri gawang.
Muhammad Darmawan hanya terpaku melihat bola bersarang. Skor berubah 1-1.
Hujan yang mulai turun justru membuat laga semakin panas. PSMS menggempur total, tapi Darmawan tampil bak tembok hidup dengan serangkaian penyelamatan krusial yang menjaga PSPS tetap bertahan.
Drama kembali hadir di menit 87.
Zidan Khairullah diganjar kartu merah langsung usai tekel keras terhadap Rudiyana. PSMS mendapat peluang tendangan bebas, namun sepakan Barata masih melenceng dari target.
Bermain dengan 10 pemain tak membuat PSPS menyerah. Mereka berusaha melakukan serangan balik sesekali, sementara PSMS memaksimalkan tambahan waktu delapan menit untuk menekan habis-habisan. Namun hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan tercipta.
Hasil 1-1 ini memperpanjang catatan imbang kedua tim, setelah duel di Pekanbaru sebelumnya juga berakhir dramatis 3-3.
Derby Sumatera Klasik kembali membuktikan rivalitas PSMS dan PSPS tak pernah kehilangan panasnya—keras, ketat, dan selalu sulit ditebak.






