Karhutla Kerumutan Bakar 969 Hektare, Lebih dari 600 Hektare Berhasil Dipadamkan

PELALAWAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Kobaran api dan kepulan asap masih terlihat di kawasan semak belukar yang berada di atas lahan gambut.

Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi, dibantu perusahaan swasta, terus berjibaku memadamkan api yang membakar kawasan tersebut. Hingga kini, luas lahan terdampak karhutla di Kerumutan tercatat mencapai 969 hektare.

Medan gambut yang tebal ditambah semak belukar kering membuat proses pemadaman tidak mudah. Kondisi tersebut juga meningkatkan potensi api kembali muncul dari titik-titik yang berada di bawah permukaan tanah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan karhutla di Kerumutan bukan kejadian yang berlangsung singkat. Kobaran api disebut telah berlangsung secara konsisten selama hampir satu bulan.

Meski menghadapi medan berat, upaya pemadaman mulai menunjukkan hasil. Dari total lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare telah berhasil dipadamkan dan dilokalisasi oleh tim di lapangan.

“Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras pantang menyerah dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare titik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujar Edy, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga  Satlantas Pelalawan Gencarkan Police Go to School dan Green Policing di SMPN 1 Kerumutan

Operasi pemadaman melibatkan kekuatan lintas sektor. Ratusan personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP diterjunkan untuk menangani titik-titik api dari jalur darat.

Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari pihak swasta. Salah satunya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang turut mengerahkan regu pemadam beserta armada, peralatan medis dan sarana evakuasi.

“Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut menerjunkan armada regu pemadam kebakaran beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu pemadaman di Kerumutan dan Rantau Baru Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy.

Menurutnya, akses menuju sejumlah titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama. Kondisi medan yang sulit membuat petugas tidak dapat mengandalkan pemadaman dari darat saja.

Karena itu, Satgas Udara turut memperkuat operasi dengan mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing.

Baca Juga  Diburu hingga Banten, Pelaku Curas Pembunuh Remaja Pelalawan Akhirnya Tertangkap

Helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan digunakan untuk menjatuhkan bom air ke titik-titik yang sulit dijangkau personel darat.

“Bom air atau water bombing dari udara dengan menggunakan helikopter juga kita maksimalkan untuk memperkuat tim darat,” kata Edy dikutip dari ingatlah.com

Karhutla di Kerumutan menjadi bagian dari rangkaian kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, karhutla telah melanda 12 kabupaten dan kota di Riau. Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar telah mencapai lebih dari 16.000 hektare.

Pemerintah bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat masih terus melakukan upaya pemadaman sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar membuat penanganan harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memadamkan api yang terlihat di permukaan, petugas juga harus memastikan titik panas di dalam gambut benar-benar berhasil dilokalisasi agar tidak kembali memicu kebakaran.