Kampar  

6 Tahun Menimba Ilmu, Santri Ibnu Jarir Tutup Perjalanan dengan Air Mata dan Umrah

BANGKINANG – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Haflah Takhorruj santri angkatan pertama Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Bangkinang, Sabtu (23/5).

Momen perpisahan itu semakin mengharukan saat pihak pesantren mengumumkan hadiah umrah bagi santri teladan angkatan pertama, Alfi Hamdi sebagai bentuk penghargaan atas akhlak, kedisiplinan, dan prestasi yang ditunjukkannya selama menempuh pendidikan.

Setelah menjalani pendidikan selama enam tahun, para santri akhirnya menuntaskan masa belajar mereka dengan penuh kebanggaan dan harapan baru untuk melanjutkan perjuangan menuntut ilmu.

Acara tersebut dihadiri Pembina Yayasan H. Zafrizal, Dr. Dasman, Lc., M.A., dan Suryadi Umar, Lc., selaku penasihat pendidikan. Hadir pula Camat Bangkinang Kota Edi Suherman, S.Sos., M.Si., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Kampar Maswir, M.A., Syekh Ahmad Nafi’ Al Mishry, Lc., serta para wali santri dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kasi PD Pontren Kemenag Kampar, Maswir, M.A., mengapresiasi capaian Pondok Pesantren Ibnu Jarir dalam bidang pendidikan Islam dan prestasi santri.

“Salah seorang santri Ibnu Jarir berhasil mewakili Provinsi Riau pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub tingkat internasional. Bahkan bukan hanya sekali, tetapi dua kali. Ini menjadi kebanggaan besar bagi dunia pendidikan Islam di Riau,” ujar Maswir.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Kubang Raya, Perempuan Muda Tewas Ditabrak Truk

Momen paling menyentuh terjadi saat Kepala Mu’adalah Ulya Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Ustadz Abdullah Yazid, M.Pd., mengumumkan pemberian hadiah umrah kepada Alfi Hamdi, putra pasangan Akhyar dan Nurhasanah.

Menurut Abdullah Yazid, penghargaan tersebut diberikan bukan hanya karena capaian akademik, tetapi juga keteladanan yang ditunjukkan Alfi selama berada di pesantren.

“Penghargaan ini bukan semata-mata karena nilai akademik, tetapi juga karena akhlak dan keteladanan yang ditunjukkan Alfi Hamdi selama enam tahun di pesantren. Ia dikenal tekun belajar, rajin beribadah, tidak pernah bermasalah, dan mampu menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat,” kata Abdullah Yazid.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berprestasi dan menjaga akhlak mulia.

“Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi santri lainnya agar terus istiqamah dalam menuntut ilmu dan menjaga adab,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bangkinang Kota Edi Suherman menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Pesantren Ibnu Jarir dalam membina generasi muda yang berkarakter dan berprestasi.

“Pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritual. Kami bangga dengan capaian Pondok Pesantren Ibnu Jarir dan berharap para lulusan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Edi.

Baca Juga  Pelajar yang Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Tak Bernyawa

Penerima hadiah umrah, Alfi Hamdi, mengaku bangga menjadi bagian dari Pondok Pesantren Ibnu Jarir. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tua, para guru, dan seluruh karyawan pesantren yang telah membimbingnya selama menempuh pendidikan.

“Bangga menjadi santri Ibnu Jarir. Di sini kami ditempa menjadi pribadi yang santun, tangguh, dan memberi manfaat bagi lingkungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada ayah dan ibu serta guru dan karyawan Pondok Pesantren Ibnu Jarir,” ungkap Alfi.

Suasana haru juga terasa saat salah seorang santri, Ahmad Al Ghazali, membacakan puisi perpisahan yang menyentuh hati para hadirin. Melalui bait-bait puisinya, Ahmad menceritakan perjalanan sejak pertama kali menapakkan kaki di gerbang Pondok Pesantren Ibnu Jarir hingga berbagai nasihat dan ketulusan yang diberikan para guru.

Meski harus berpisah, kata Ahmad dalam puisinya, kenangan dan ikatan batin dengan pesantren akan tetap melekat dalam hati para santri.

Haflah Takhorruj berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Tangis haru santri dan wali santri mewarnai momen perpisahan yang menjadi penanda berakhirnya perjalanan pendidikan angkatan pertama Pondok Pesantren Ibnu Jarir.

Pihak pesantren berharap para lulusan dapat terus melanjutkan perjuangan menuntut ilmu serta memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.